Bagi banyak perekrut, profil LinkedIn adalah "CV kedua" yang selalu bisa dilihat kapan saja. Profil yang rapi dan aktif membantu Anda ditemukan perekrut, membangun jejaring dengan alumni, dan menunjukkan keahlian secara profesional.
Lengkapi bagian dasar
- Foto profil profesional. Wajah terlihat jelas, latar sederhana, dan pakaian rapi.
- Headline yang spesifik. Bukan sekadar "Fresh Graduate", tetapi misalnya "Lulusan Akuntansi Untan | Tertarik pada Audit & Analisis Keuangan".
- Bagian Tentang (About). Tulis 3–5 kalimat tentang siapa Anda, keahlian utama, dan tujuan karier.
- Lokasi dan kontak yang sesuai, agar perekrut di daerah Anda mudah menemukan profil Anda.
Tunjukkan pengalaman dan keahlian
- Pengalaman: cantumkan magang, organisasi, proyek, dan kerja paruh waktu, lengkap dengan pencapaiannya.
- Pendidikan: tulis Universitas Tanjungpura, jurusan, dan prestasi atau tugas akhir yang relevan.
- Keahlian (Skills): pilih keahlian yang sesuai dengan bidang yang Anda incar.
- Sertifikasi: tambahkan sertifikat pelatihan, misalnya dari Skillhub Kemnaker atau kursus daring.
- Fitur Unggulan (Featured): tampilkan portofolio, artikel, atau hasil proyek terbaik.
Bangun jejaring
- Terhubung dengan alumni Untan di bidang yang Anda minati. Kirim pesan singkat dan sopan saat mengajak terhubung.
- Ikuti halaman perusahaan tujuan agar mendapat kabar lowongan terbaru.
- Minta rekomendasi dari dosen pembimbing, atasan magang, atau rekan organisasi.
Aktif secara konsisten
- Bagikan pembelajaran, sertifikat baru, atau pengalaman mengikuti kegiatan karier.
- Beri komentar yang bermakna pada unggahan di bidang Anda.
- Aktifkan fitur Open to Work dan atur posisi serta lokasi yang Anda inginkan.
Konsistensi lebih penting daripada kesempurnaan. Profil yang diperbarui secara rutin lebih menarik daripada profil yang lengkap tetapi tidak pernah disentuh.
Satu hal lagi: waspadai pesan rekrutmen mencurigakan di LinkedIn, terutama yang meminta biaya. Verifikasi selalu melalui saluran resmi perusahaan.